Prosesor terbaru Huawei, Kirin 9050 Pro, disebut mampu memberikan performa kompetitif terhadap chip Apple yang menggunakan teknologi fabrikasi lebih maju. Laporan firma riset asal Amerika Serikat, Bernstein, menyebut chip tersebut bahkan mencatat hasil lebih tinggi dibanding Apple A17 Pro dalam pengujian tertentu.
Kirin 9050 Pro diperkenalkan Huawei pada awal September 2026 bersamaan dengan peluncuran Mate XT 2, perangkat ponsel yang memiliki mekanisme layar lipat tiga. Huawei mengembangkan prosesor tersebut dengan pendekatan desain baru yang disebut LogicFolding dan konsep Tau Scaling Law.
Huawei belum secara resmi mengungkap teknologi proses yang digunakan untuk memproduksi Kirin 9050 Pro. Namun, berdasarkan analisis Bernstein, chip tersebut diyakini menggunakan teknologi proses SMIC yang setara dengan kelas 7 nanometer.
Perbandingan performa dilakukan melalui platform Geekbench 6. Dalam pengujian multi-core, Kirin 9050 Pro dilaporkan mampu mencatat kinerja lebih tinggi daripada A17 Pro. Hasil tersebut menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menangani beban kerja yang memanfaatkan beberapa inti prosesor secara bersamaan.
A17 Pro sendiri merupakan chip yang pertama kali digunakan pada lini iPhone 15 Pro. Sementara itu, Kirin 9050 Pro dikembangkan Huawei dengan pendekatan arsitektur yang berfokus pada peningkatan kepadatan dan efisiensi desain transistor.
Bernstein memperkirakan teknologi proses Kirin 9050 Pro berada pada generasi N+2 atau N+3 milik Semiconductor Manufacturing International Corp. (SMIC). Teknologi tersebut secara umum ditempatkan dalam kelas proses 7nm.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penggunaan desain LogicFolding. Teknik tersebut disebut mampu meningkatkan kepadatan transistor dari sekitar 155 juta menjadi 238 juta transistor per milimeter persegi, atau bertambah lebih dari 50 persen.
Peningkatan kepadatan tersebut turut berdampak pada performa generasi terbaru Kirin. Dibandingkan Kirin 9030 Pro sebagai pendahulunya, Kirin 9050 Pro disebut mengalami peningkatan kinerja multi-core sekitar 20 persen.
Kemampuan grafisnya juga diklaim meningkat sekitar 39 persen. Sementara itu, throughput pada neural processing unit (NPU) disebut mengalami lonjakan sekitar 150 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Meski demikian, Bernstein memperkirakan Kirin 9050 Pro masih berada sekitar 30 persen di bawah performa chip A20 Pro yang menggunakan teknologi proses 2nm. Namun, hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan arsitektur dapat membantu Huawei meningkatkan performa meskipun menghadapi keterbatasan pada teknologi fabrikasi.
Yoga Adi adalah kontributor digital di Samudra Berita yang fokus menyajikan berita cepat, akurat, dan menarik bagi pembaca di seluruh Indonesia.


