Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menilai pemanfaatan teknologi digital oleh masyarakat Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menjadi contoh nyata bahwa konektivitas dapat memberikan dampak langsung bagi kehidupan warga. Teknologi tersebut digunakan untuk meningkatkan pengelolaan perikanan budidaya secara lebih terukur dan berbasis data.
Pernyataan itu disampaikan Nezar saat membuka Rural ICT Camp 2026. Menurutnya, penerapan teknologi di tingkat masyarakat tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan akses internet, tetapi juga bagaimana konektivitas dimanfaatkan untuk menyelesaikan persoalan nyata dan meningkatkan produktivitas.
Salah satu contoh terlihat dari pengembangan kawasan wanamina atau silvofishery di Maros. Program tersebut dikembangkan melalui kolaborasi masyarakat dengan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan serta Common Room.
Dalam pengelolaan tambak, warga memanfaatkan instrumen digital untuk mengumpulkan berbagai parameter lingkungan. Pengukuran dilakukan antara lain terhadap kadar garam dan suhu air yang kemudian dicatat secara sistematis untuk membangun basis data.
Nezar menjelaskan bahwa data yang dikumpulkan tidak berhenti sebagai catatan operasional. Informasi tersebut dapat dikembangkan menjadi big data yang membantu masyarakat melakukan analisis dan membuat proyeksi mengenai kondisi tambak pada masa mendatang.
โKita menyaksikan bagaimana warga menggunakan teknologi digital untuk mengukur kadar garam, suhu, lalu mencatatnya sebagai big data dan membuat proyeksi ke depan,โ ujar Nezar dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Menurutnya, pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana teknologi digital dapat dipadukan dengan pengetahuan dan aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan. Pemanfaatan data juga membuka peluang bagi pengelolaan perikanan yang lebih efisien karena keputusan dapat dibuat berdasarkan kondisi yang terukur.
Inisiatif di Maros sekaligus menggambarkan pentingnya memperluas manfaat transformasi digital hingga wilayah perdesaan. Konektivitas yang disertai kemampuan mengolah dan memanfaatkan data dinilai dapat mendukung masyarakat dalam mengembangkan sektor produktif secara berkelanjutan.



