Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap menjadi salah satu agenda prioritas nasional meskipun terjadi pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). Pemerintah memastikan transisi kepemimpinan tidak akan mengubah komitmen dalam menjalankan program yang diproyeksikan mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menyampaikan bahwa pergantian Kepala BGN dari Nani Sudaryati Deyang kepada Sudaryono merupakan bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program, bukan mengurangi fokus pemerintah terhadap MBG.
Menurut Qodari, pemerintah tetap memandang Program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya generasi muda. Karena itu, pelaksanaan program akan terus dilanjutkan dan disempurnakan agar manfaatnya semakin luas dan tepat sasaran.
Pemerintah Apresiasi Kontribusi Nani Sudaryati Deyang
Dalam keterangannya, Qodari mengatakan pemerintah menghormati keputusan Nani Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri sebagai Kepala BGN karena alasan kesehatan.
Pemerintah juga memberikan apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan selama memimpin lembaga tersebut, terutama dalam memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.
Selama masa kepemimpinannya, BGN disebut berhasil menjalankan berbagai langkah reformasi, termasuk melakukan evaluasi terhadap hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengklasifikasikan sekitar 3.000 dapur berdasarkan standar kualitas dan keamanan pangan, serta menata pengembangan dapur dengan mengutamakan wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Langkah-langkah tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan program di berbagai daerah.
Sudaryono Diminta Percepat Penguatan Program
Qodari menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan mandat kepada Sudaryono, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian, untuk memimpin BGN dan melanjutkan penguatan implementasi Program Makan Bergizi Gratis.
Menurutnya, pergantian kepemimpinan mencerminkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan tata kelola yang lebih efektif melalui kolaborasi lintas sektor serta penyelesaian berbagai tantangan yang masih dihadapi di lapangan.
Pemerintah berharap kepemimpinan baru mampu membuat BGN semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan program di seluruh Indonesia.
Fokus Tingkatkan Layanan dan Keamanan Pangan
Di bawah kepemimpinan Sudaryono, pemerintah akan memprioritaskan peningkatan kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis, memperkuat standar keamanan pangan, serta mempercepat tindak lanjut terhadap setiap laporan maupun masukan dari masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan akuntabilitas program sekaligus memastikan bantuan pangan bergizi diterima oleh kelompok sasaran sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Qodari menyatakan pemerintah optimistis penyempurnaan yang dilakukan secara bertahap akan membuat pelaksanaan MBG semakin efektif, efisien, dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat. Dengan dukungan tata kelola yang terus diperbaiki, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tetap menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi nasional dan memperkuat pembangunan sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.
