Penelitian Ungkap Rahasia Suara Paus Sperma di Laut China Selatan - SamudraBerita.com

Penelitian Ungkap Rahasia Suara Paus Sperma di Laut China Selatan

Tim ilmuwan dari Akademi Ilmu Pengetahuan China berhasil mengungkap pola komunikasi unik paus sperma di Laut China Selatan setelah melakukan penelitian intensif selama tujuh tahun. Studi tersebut menunjukkan bahwa mamalia laut terbesar bergigi di dunia itu menggunakan rangkaian bunyi klik ritmis sebagai sarana komunikasi sosial yang menyerupai bahasa manusia.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the Acoustical Society of America mengungkap bahwa paus sperma tidak hanya memanfaatkan bunyi klik untuk ekolokasi, tetapi juga menyusun klik-klik tersebut menjadi pola berulang yang dikenal sebagai koda (codas). Pola suara ini berfungsi sebagai identitas kelompok sekaligus media pertukaran informasi antarindividu.

Memiliki “Dialek” Layaknya Manusia

Para peneliti menemukan bahwa setiap kelompok paus sperma memiliki pola koda yang berbeda sehingga membentuk semacam dialek khas. Sama seperti manusia yang memiliki logat atau bahasa daerah, dialek paus sperma dipelajari sejak usia muda dan diwariskan secara turun-temurun.

Anak-anak paus bahkan mengalami fase menyerupai “mengoceh”, di mana mereka bereksperimen dengan berbagai pola suara sebelum akhirnya menguasai dialek kelompoknya.

Menurut ketua tim penelitian, Li Songhai dari Institut Ilmu Pengetahuan dan Rekayasa Laut Dalam, karakteristik komunikasi tersebut menjadi salah satu bukti kuat bahwa paus sperma memiliki sistem sosial yang kompleks.

Tujuh Tahun Penelitian di Laut China Selatan

Selama periode 2019 hingga 2025, tim peneliti melaksanakan delapan ekspedisi ilmiah di Laut China Selatan. Dari kegiatan tersebut, mereka mencatat 13 penampakan paus sperma dan berhasil mengumpulkan lebih dari 1.200 menit rekaman akustik.

Analisis menunjukkan bahwa bunyi klik yang dihasilkan paus berasal dari bagian kepala dan mengalami pantulan berulang di dalam struktur internal tubuhnya sehingga membentuk serangkaian pulsa suara.

Menariknya, panjang pulsa tersebut juga dapat dimanfaatkan ilmuwan untuk memperkirakan ukuran tubuh masing-masing paus tanpa harus melakukan pengukuran langsung.

Laut China Selatan Jadi Tempat Pembesaran Anak

Penelitian juga menunjukkan sebagian besar paus sperma yang ditemukan merupakan betina dewasa berukuran lebih kecil serta anak-anak paus, mengindikasikan bahwa perairan tropis Laut China Selatan berfungsi sebagai kawasan penting untuk pembesaran generasi baru.

Selain itu, pola komunikasi yang ditemukan memiliki kemiripan dengan populasi paus sperma di Kepulauan Galápagos, Peru, Chile, Tonga, hingga Papua Nugini. Kesamaan tersebut memperkuat dugaan bahwa populasi di Laut China Selatan memiliki hubungan migrasi jangka panjang dengan kelompok paus di Samudra Pasifik.

Data Penting untuk Konservasi

Paus sperma saat ini berstatus Rentan (Vulnerable) dalam Daftar Merah IUCN dan menghadapi berbagai ancaman, mulai dari tabrakan dengan kapal, terjerat alat tangkap ikan, hingga meningkatnya kebisingan bawah laut akibat aktivitas manusia.

Para peneliti menilai data akustik yang diperoleh melalui penelitian ini akan menjadi dasar penting dalam pengembangan strategi konservasi paus sperma di Laut China Selatan. Dengan memahami pola komunikasi, migrasi, dan struktur sosial spesies tersebut, upaya perlindungan habitat dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga populasi paus sperma tetap terjaga untuk generasi mendatang.

+ posts

More From Author

AS Berlakukan Tarif 12,5 Persen untuk Produk Singapura Mulai 24 Juli - SamudraBerita.com

AS Berlakukan Tarif 12,5 Persen untuk Produk Singapura Mulai 24 Juli