Harita Nickel Bukukan Pendapatan Rp17,1 Triliun pada Semester I 2026 - SamudraBerita.com

Harita Nickel Bukukan Pendapatan Rp17,1 Triliun pada Semester I 2026

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel membukukan pendapatan sebesar Rp17,1 triliun pada semester pertama 2026. Kinerja tersebut ditopang oleh efisiensi operasional, peningkatan kapasitas produksi, serta penguatan rantai nilai nikel yang terintegrasi di tengah tantangan industri nikel global.

Direktur Keuangan Harita Nickel, Suparsin Darmo Liwan, mengatakan perusahaan tetap memprioritaskan operasional yang efisien, andal, dan terukur di seluruh lini bisnis meskipun pasar nikel internasional masih menghadapi tekanan. Menurutnya, optimalisasi fasilitas produksi mulai memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan penjualan di sejumlah segmen usaha.

Laporan keuangan yang berakhir pada 30 Juni 2026 menunjukkan perusahaan terus mempertahankan strategi pengelolaan operasi yang berorientasi pada efisiensi biaya, optimalisasi aset, serta praktik bisnis yang berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Dari sisi operasional, peningkatan penjualan bijih nikel menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan pendapatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut didukung mulai beroperasinya fasilitas tambang milik PT Gane Tambang Sentosa (GTS) sejak kuartal III 2025 serta penambahan lini produksi pada fasilitas pirometalurgi PT Karunia Permai Sentosa (KPS).

Pada segmen pirometalurgi, penjualan feronikel meningkat seiring bertambahnya kapasitas produksi melalui fasilitas Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) milik KPS. Sementara itu, penjualan produk High Pressure Acid Leach (HPAL) di segmen hidrometalurgi dipengaruhi oleh penjadwalan pengiriman kepada pelanggan.

Harita Nickel juga terus memperkuat daya saing melalui integrasi aktivitas usaha mulai dari penambangan hingga pengolahan nikel. Perusahaan meyakini peningkatan kapasitas produksi secara bertahap akan memperbesar fleksibilitas operasional sekaligus menjaga keandalan pasokan bagi pasar.

Selain fokus pada kinerja bisnis, perusahaan menjalankan berbagai program keberlanjutan untuk mendukung pengurangan emisi karbon. Salah satu proyek utama adalah penerapan teknologi waste heat recovery pada fasilitas HPAL yang dirancang mampu menghasilkan listrik hingga 50 megawatt (MW). Proyek tersebut ditargetkan selesai pada kuartal IV 2026 dan diharapkan meningkatkan efisiensi energi sekaligus menekan emisi gas rumah kaca.

Melalui strategi operasional yang terintegrasi dan investasi berkelanjutan, Harita Nickel optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat posisinya dalam industri pengolahan nikel nasional.

Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah penulis dan kontributor di Samudra Berita yang berfokus menyajikan konten berita digital yang menarik, akurat, dan terpercaya bagi pembaca di Indonesia.

Jessie Evelyn Kartadjaja

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah penulis dan kontributor di Samudra Berita yang berfokus menyajikan konten berita digital yang menarik, akurat, dan terpercaya bagi pembaca di Indonesia.

More From Author

Sepatu Justin Bieber di Final Piala Dunia 2026 Terjual Rp540 Juta - SamudraBerita.com

Sepatu Justin Bieber di Final Piala Dunia 2026 Terjual Rp540 Juta

Syngenta Perkenalkan Biostimulan untuk Dukung Pertanian Berkelanjutan - SamudraBerita.com

Syngenta Perkenalkan Biostimulan untuk Dukung Pertanian Berkelanjutan