Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus memantau kondisi tujuh anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang berada di MV Star Janet. Kapal tersebut mengalami kendala teknis saat berada di perairan Zhuhai, Provinsi Guangdong, China.
Direktorat Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu menyatakan KJRI Guangzhou telah melakukan koordinasi dengan Maritime Safety Administration (MSA) Guangdong sejak kapal mengalami gangguan pada 10 Mei 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kapal dan keselamatan seluruh awak, khususnya tujuh ABK asal Indonesia.
Direktur PWNI Kemlu Heni Hamidah mengatakan otoritas maritim China sebelumnya membantu menyelamatkan MV Star Janet ketika kapal menghadapi Siklon Tropis Butterfly. Kapal kemudian diarahkan menuju lokasi aman di wilayah Guishan.
“Melalui koordinasi tersebut, pihak MSA berhasil menyelamatkan Kapal MV Star Janet dari Siklon Tropis Butterfly dan membawanya ke tempat yang aman di wilayah Guishan,” ujar Heni dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Permasalahan kapal bermula dari kerusakan generator yang menyebabkan pasokan listrik terhenti. Kondisi tersebut turut berdampak pada persediaan makanan dan membuat komunikasi para kru mengalami gangguan.
Untuk menangani persoalan teknis tersebut, KJRI Guangzhou berkomunikasi dengan perusahaan yang bertanggung jawab terhadap kapal. Bantuan teknis kemudian dikirim beberapa kali hingga perbaikan MV Star Janet dinyatakan selesai pada akhir Juli 2026.
Selain persoalan teknis, Kemlu juga menerima informasi mengenai pembayaran gaji awak kapal yang mengalami keterlambatan. Melalui komunikasi dengan perusahaan, telah disepakati pembayaran gaji kru dilakukan pada pertengahan Agustus sebelum kapal kembali melanjutkan pelayaran.
Kemlu melalui KJRI Guangzhou dan Direktorat PWNI terus mengikuti perkembangan kondisi tujuh ABK WNI tersebut. Pemerintah Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah China serta berbagai instansi terkait yang turut membantu penanganan persoalan MV Star Janet.
Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan perlindungan dan keselamatan WNI yang bekerja sebagai awak kapal di luar negeri.
Nadia Maharani adalah jurnalis digital di Samudra Berita yang fokus pada berita daerah, informasi gaya hidup, dan konten informatif bagi pembaca online di Indonesia.



