10 Hari Dzulhijjah, Ibadah yang Disebut Lebih Utama dari Jihad - SamudraBerita.com

10 Hari Dzulhijjah, Ibadah yang Disebut Lebih Utama dari Jihad

10 Hari Dzulhijjah, Ibadah yang Disebut Lebih Utama dari Jihad - SamudraBerita.com

Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu waktu paling istimewa dalam Islam, khususnya pada 10 hari pertamanya yang dikenal memiliki keutamaan besar bagi umat Muslim.

Dalam sejumlah hadis, Rasulullah SAW menyebut tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah dibanding amalan yang dilakukan pada 10 hari pertama Dzulhijjah.

Bahkan, terdapat hadis yang menyebut keutamaan amal pada periode ini lebih utama dibanding jihad di jalan Allah, kecuali bagi orang yang berangkat berjihad dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali sedikit pun.

Pengamat kajian Islam menjelaskan bahwa momentum 10 hari awal Dzulhijjah menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:

  • Salat sunnah
  • Puasa sunnah Dzulhijjah
  • Memperbanyak zikir dan takbir
  • Membaca Al-Qur’an
  • Bersedekah
  • Memperbanyak doa dan istighfar

Puasa Arafah yang dilakukan pada 9 Dzulhijjah juga termasuk amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Selain menjadi momentum ibadah pribadi, bulan Dzulhijjah juga identik dengan semangat pengorbanan dan kepedulian sosial melalui ibadah kurban saat Idul Adha.

Ulama mengingatkan bahwa keutamaan 10 hari pertama Dzulhijjah sebaiknya dimanfaatkan dengan meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki hubungan sosial dengan sesama.

Momentum spiritual tersebut juga menjadi pengingat pentingnya keikhlasan, ketakwaan, dan semangat berbagi dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan berbagai keutamaan yang dimiliki, 10 hari pertama Dzulhijjah dianggap sebagai salah satu periode terbaik bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal saleh dan meraih pahala yang besar.

Website |  + posts
Scroll to Top