Komisi X DPR RI mendorong pemerintah segera merealisasikan kenaikan gaji dan tunjangan guru sebagai langkah memperkuat kesejahteraan tenaga pendidik sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Usulan tersebut disampaikan setelah pemerintah memutuskan menaikkan tunjangan kinerja (tukin) bagi prajurit TNI dan pegawai Kementerian Pertahanan.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menilai peningkatan kesejahteraan guru sudah saatnya menjadi agenda prioritas nasional. Menurutnya, profesi guru memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia sehingga penghargaan terhadap profesi tersebut harus diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan.
Ia menegaskan bahwa Komisi X tidak mempermasalahkan keputusan pemerintah menaikkan tukin TNI karena kebijakan tersebut diyakini telah melalui proses kajian yang matang. Namun, di sisi lain, masih banyak guru yang menghadapi keterbatasan ekonomi sehingga memerlukan perhatian yang sama dari pemerintah.
Lalu menilai kesejahteraan guru tidak boleh dipandang semata sebagai bentuk penghargaan terhadap profesi, melainkan investasi jangka panjang bagi pembangunan bangsa. Menurutnya, kualitas pendidikan akan sulit meningkat apabila para pendidik masih dibayangi persoalan ekonomi.
Ia juga membandingkan kondisi kesejahteraan guru di Indonesia dengan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, guru di Malaysia, Singapura, hingga Vietnam memperoleh dukungan kesejahteraan yang lebih baik. Pengalaman negara-negara tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan selalu diiringi dengan perhatian besar terhadap kesejahteraan tenaga pengajar.
Komisi X DPR, lanjut Lalu, akan terus mengawal berbagai kebijakan yang mendukung peningkatan kesejahteraan guru. Ia menilai ruang fiskal pemerintah masih memungkinkan untuk memberikan tambahan gaji maupun tunjangan apabila didukung regulasi yang memadai.
Selain itu, ia meyakini Presiden telah memiliki komitmen untuk memperbaiki kesejahteraan guru. Karena itu, kementerian terkait diharapkan segera menyusun regulasi sebagai dasar hukum pelaksanaan kebijakan tersebut, sementara Kementerian Keuangan menyiapkan dukungan anggaran yang diperlukan.
Menurut Lalu, anggaran pendidikan yang selama ini menjadi salah satu alokasi terbesar dalam APBN seharusnya tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur dan program administratif, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap kehidupan para guru sebagai ujung tombak pendidikan nasional.
Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.



